Desi Fitrie | Informasi-informasi Terupdate

Baca, Saksikan, Rasakan, Simpulkan...

Rabu, 18 Mei 2016

Hukuman Perkosaan: Kebiri Atau Hukum Mati?


Sebelumnya banyak masyarakat yang menuntut hukuman pengebirian, menurut para ahli kedokteran kebiri hanya akan menimbulkan efek lain yang lebih ditakutkan, yaitu berpotensi menjadi semakin jahat. Apalagi jika pengebirian menjadi tuntutan hukuman terberat, bisa jadi pelaku pemerkosaan dipidana yang terberat adalah dikebiri dan penjara hanya 10-15 tahun.

Hukuman paling ideal untuk pemerkosaan adalah hukuman mati, dengan eksekusi ditembak, digantung, atau dipenggal seperti di Arab Saudi, atau bisa juga hukuman penjara seumur hidup tanpa pengampunan seperti di Irak. Tapi kalau di Indonesia hukuman penjara seumur hidup kurang tepat karena hanya menambah beban pemerintah sebaiknya langsung dieksekusi mati saja.

Melihat kasus pemerkosaan yang marak belakangan ini memang Indonesia udah saatnya merevisi undang-undang kasus perkosaan seperti yang terjadi di India.
Presiden India Pranab Mukherjee telah memberikan persetujuannya atas hukuman yang lebih berat bagi pelaku pemerkosaan. Ia telah menanda tangani undang-undang baru yang memberlakukan hukuman mati bagi para pemerkosa.

Peraturan baru ini diajukan sebagai tindak lanjut atas seruan pemberlakuan hukuman yang lebih berat bagi pelaku pemerkosaan. Terutama pasca kasus pemerkosaan mahasiswi 23 tahun yang berujung pada kematian.

Dalam undang-undang yang baru ini, ancaman hukuman bagi pemerkosaan berkelompok diperberat menjadi dua kali lipat. Dari yang tadinya hanya terancam 10 tahun penjara, menjadi 20 tahun penjara. Sedangkan, hukuman maksimalnya ialah hukuman seumur hidup, tanpa adanya pengampunan.

Di Saudi hukuman bagi pemerkosa adalah pidana mati alias eksekusi. Kasus ini pernah menimpa Faleh bin Ali al-Oteibi dinyatakan bersalah atas pemaksaan sodomi inses. Pengadilan memutuskan hukuman penggal terhadap Oteibi. Menurut media Saudi, SPA, kasus Oteibi, adalah kasus ke-53 orang yang dieksekusi di Arab Saudi di tahun 2012. (Irfan Noviandana)



Source http://ift.tt/1TgmsU4

Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua.

Artikel Terkait

  • Muzammil Kerdilkan PKS [portalpiyungan.com] Pernyataan Almuzammil Yusuf bahwa PKS makin solid tanpa Fahri Hamzah adalah tindakan mengkerdilkan PKS dan kadernya yang terus berusaha agar PKS diterima dalam masyarakat Indonesia yang lebih luas. Almu…
  • Umat Islam Indonesia Berbagai Ifthar Untuk Palestina dan Suriah [portalpiyungan.com] Bulan puasa identik dengan bulan berbagi. Berbondong-bondong umat islam memanfaatkan momen bulan puasa ini untuk berbagi. Banyak yang tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Kesempatan berbagi di bulan y…
  • Din Syamsuddin: Tutupnya Warung Makan di Siang Hari Saat Puasa Harus Jadi Budaya [portalpiyungan.com] Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mengatakan upaya mendiskreditkan umat Muslim bisa memicu radikalisasi yang berdampak negatif bagi bangsa Indonesia. "Kalau treatment terh…
  • "Hidup Bersama Al-Quran" by @Fahrihamzah Oleh: Fahri Hamzah 1. Bagi yang seperti saya, Baca Qur'an sejak kecil dan membaca tulisan Arab ya.. Itu nikmat sebagai ibadah... Tapi... 2. Cobalah baca dengan arti dan tafsir...dalam bahasa Indonesia (seperti saya) Alham…
  • Nasihat Indah dari Syaikh 'Aidh al-Qarni Kalimat indah dari Syaikh 'Aidh Al-Qarni: نحن لا نملك تغییر الماضي Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi. و لا رسم المستقبل Juga tidak bisa menggariskan masa depan. فلماذا نقتل انفسنا حسرة Lalu mengapa membunuh dir…

Pages

Back To Top