Postingan

Menampilkan postingan dengan label 23. Migrasi Manusia dan Genetika

Garis Wallace Makin Dipertegas

Garis Wallace Makin Dipertegas Bahasa Diturunkan Melalui Garis Ibu JAKARTA, KOMPAS — Garis Wallace tidak hanya memisahkan jenis flora dan fauna di Indonesia dengan yang ada di Asia atau Australia, tetapi juga menunjukkan dimulainya percampuran genetika manusia serta rumpun bahasa, antara Austronesia dan Papua. Garis imajiner itu terbentang mulai dari Selat Makassar hingga Selat Lombok. Guru Besar Emeritus Antropologi Universitas Arizona Amerika Serikat John Stephen Lansing, di Jakarta, Rabu (26/11), mengatakan, masyarakat di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, memiliki campuran genetika manusia Austronesia dan Papua. Makin ke timur dari Sumba, yaitu Flores, Lembata, dan Alor, bagian genetika Papua makin besar. Sumba terletak di dekat garis Wallace di sisi timur. Manusia Nusantara di barat garis, seperti Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatera, memiliki genetika Austronesia. Di sisi timur garis Wallace terjadi percampuran genetika Austronesia dan Papua. G...

Asal usul bangsa Austronesia

Asal usul bangsa Austronesia Untuk mendapat ide akan tanah air dari bangsa Austronesia, cendekiawan menyelidiki bukti dari arkeologi dan ilmu genetika. Penelaahan dari ilmu [[genetika]] memberikan hasil yang bertentangan. Beberapa peneliti menemukan bukti bahwa tanah air bangsa Austronesia purba berada pada benua Asia. (seperti Melton dkk., 1998), sedangkan yang lainnya mengikuti penelitian linguistik yang menyatakan bangsa Austronesia pada awalnya bermukim di Taiwan. Dari sudut pandang [[ilmu sejarah bahasa]], bangsa Austronesia berasal dari [[Taiwan]] karena pada pulau ini dapat ditemukan pembagian terdalam bahasa-bahasa Austronesia dari rumpun bahasa Formosa asli. Bahasa-bahasa Formosa membentuk sembilan dari sepuluh cabang pada rumpun bahasa Austronesia <ref>Blust, R. (1999). "Subgrouping, circularity and extinction: some issues in Austronesian comparative linguistics" in E. Zeitoun & P.J.K Li (Ed.) 'Selected papers from the Eighth International Conf...

Guru Besar Univ Hamburg: Indonesia Harus Punya Pakar Eropa dan Asia

Medan  - Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia harus berkembang lebih pesat untuk mencitrakan Indonesia lebih baik di luar negeri. Sudah semestinya PT Indonesia memiliki pusat kajian luar negeri seperti Eropa dan Asia, jadi tidak hanya meneliti dirinya sendiri. Pandangan ini disampaikan Prof Jan van der Putten, Guru Besar Sastra dan Kebudayaan Austronesia Universitas Hamburg, Jerman. Dia berbicara dalam seminar Tersingkirnya Studi Bahasa dan Karya Sastra Indonesia di Luar Negeri, yang berlangsung Rabu (10/9/2014) di Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatera Utara. "Indonesia jangan hanya melihat dirinya sendiri. Bagaimana mau tahu luar negeri? Seharusnya ada pakar Eropa, pakar Asia di sini. Bagaimana mau mencitrakan diri ke luar negeri kalau tidak memahami," kata Jan. Situasinya selama ini, kata Jan, jika berhubungan dengan upaya memahami negara luar, pemerintah mengandalkan para diplomatnya yang ada di luar negeri. Masalahnya, apa yang dilihat Jan d...

AUSTRONESIA dan KEBUDAYAAN SUNDA KUNOS

Gambar
AUSTRONESIA dan KEBUDAYAAN SUNDA KUNO S Kebudayaan senantiasa berubah, mengalami dinamikanya sendiri, kebudayaan juga dapatdi umpamakan seperti organisme, ada masa kelahiran, perkembangan, menyusut, dan punah. Dapat juga kebudayaan itu setelah kelahirannya lalu berkembang terus hingga sekarang, tetapi suatu waktu nanti niscaya akan digantikan dengan bentuk-bentuk baru, suatu bentuk yang menyesuaikan keadaan zamannya.  Di wilayah Asia Tenggara daratan dan kepulauan dalam masa prasejarah pernah berkembang suatu kebudayaan yang didukung secara luas oleh penduduk yang mendiami kawasan tersebut hingga Madagaskar, dan kepulauan di Pasifik Selatan, para ahli menamakan kebudayan tersebut dengan Austronesia. Para ahli dewasa ini menyatakan bahwa migrasi orang-orang Austronesia kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 6000 SM hingga awal tarikh Masehi. Akibat mendapat desakan dari pergerakan bangsa-bangsa di Asia Tengah, orang-orang pengembang kebudayaan Austronesia bermigrasi dan akh...

Korek Kekerabatan Manusia Gua Harimau,

Gambar
Korek Kekerabatan Manusia Gua Harimau,  112 Warga Tes DNA TIM BIOLOGI MOLEKULER EIJKMAN (LEMBAGA ANALISIS DNA), JAKARTA, MELAKUKAN TEST DEOXYRIBONUCLEIC ACID (DNA) TERHADAP SEKITAR 112 WARGA DESA KECAMATAN SEMIDANG AJI, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU (OKU), KEMARIN (15/4)/RMOLSUMSEL    RMOL.   Tim Biologi Molekuler Eijkman (Lembaga Analisis DNA), Jakarta, melakukan test  Deoxyribonucleic acid (DNA) terhadap sekitar 112 warga desa Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kemarin (15/4). Test DNA yang dilakukan terhadap penduduk asli sekitar Gua Harimau ini untuk mengetahui, apakah ada garis keturunan dan kekerabatan antara warga sekitar dengan kerangka manusia prasejarah berusia ribuan tahun yang ditemukan di Gua Putri.   Test DNA ini dinilai, bermanfaat bagi para ilmuwan dan kemajuan di bidang medis dan lainnya. Principal Investigator Deputy Director Prof Dr Herawati Sudoyo MD PhD dan Director Complexity Institute ...

Benarkah Warga Semidang Aji, Keturunan Manusia Prasejarah Gua Harimau

Gambar
Benarkah Warga Semidang Aji, Keturunan Manusia Prasejarah Gua Harimau Baturaja  – Tanda tanya dan rasa penasaran warga dari delapan Desa Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan dengan hasil tes DNA yang di lakukan oleh Tim Biologi Molekuler Eijkman (Lembaga Analisis DNA-) Jakarta terhadap penduduk asli sekitar Gua Harimau ramai di perbincangkan. Seperti di utarakan Dilianto (29) salah seorang yang di ambil sample darah, asal Desa Panggal Panggal mengaku sangat penasaran apakah dirinya termasuk salah satu kerabat dari manusia pra sejarah yang berusia 3.500 tahun yang lalu dan kerangkanya ditemukan tim arkeologi nasional dibawah pimpinan Prof Truman Simanjuntak. “Disamping ikut berpartisipasi untuk mensukseskan penelitian ini, sebenarnya secara pribadi saya sangat penasaran dengan keterangan para ahli mengenai garis keturunan manusia prasejarah Gua Harimau itu,”ungkap warga yang akrab di sapa Anto saat usai diambil sample darah pada Rab...