Postingan

Menampilkan postingan dengan label 3. Misteri Peradaban

Asal usul bangsa Austronesia

Asal usul bangsa Austronesia Untuk mendapat ide akan tanah air dari bangsa Austronesia, cendekiawan menyelidiki bukti dari arkeologi dan ilmu genetika. Penelaahan dari ilmu [[genetika]] memberikan hasil yang bertentangan. Beberapa peneliti menemukan bukti bahwa tanah air bangsa Austronesia purba berada pada benua Asia. (seperti Melton dkk., 1998), sedangkan yang lainnya mengikuti penelitian linguistik yang menyatakan bangsa Austronesia pada awalnya bermukim di Taiwan. Dari sudut pandang [[ilmu sejarah bahasa]], bangsa Austronesia berasal dari [[Taiwan]] karena pada pulau ini dapat ditemukan pembagian terdalam bahasa-bahasa Austronesia dari rumpun bahasa Formosa asli. Bahasa-bahasa Formosa membentuk sembilan dari sepuluh cabang pada rumpun bahasa Austronesia <ref>Blust, R. (1999). "Subgrouping, circularity and extinction: some issues in Austronesian comparative linguistics" in E. Zeitoun & P.J.K Li (Ed.) 'Selected papers from the Eighth International Conf...

Guru Besar Univ Hamburg: Indonesia Harus Punya Pakar Eropa dan Asia

Medan  - Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia harus berkembang lebih pesat untuk mencitrakan Indonesia lebih baik di luar negeri. Sudah semestinya PT Indonesia memiliki pusat kajian luar negeri seperti Eropa dan Asia, jadi tidak hanya meneliti dirinya sendiri. Pandangan ini disampaikan Prof Jan van der Putten, Guru Besar Sastra dan Kebudayaan Austronesia Universitas Hamburg, Jerman. Dia berbicara dalam seminar Tersingkirnya Studi Bahasa dan Karya Sastra Indonesia di Luar Negeri, yang berlangsung Rabu (10/9/2014) di Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatera Utara. "Indonesia jangan hanya melihat dirinya sendiri. Bagaimana mau tahu luar negeri? Seharusnya ada pakar Eropa, pakar Asia di sini. Bagaimana mau mencitrakan diri ke luar negeri kalau tidak memahami," kata Jan. Situasinya selama ini, kata Jan, jika berhubungan dengan upaya memahami negara luar, pemerintah mengandalkan para diplomatnya yang ada di luar negeri. Masalahnya, apa yang dilihat Jan d...

AUSTRONESIA dan KEBUDAYAAN SUNDA KUNOS

Gambar
AUSTRONESIA dan KEBUDAYAAN SUNDA KUNO S Kebudayaan senantiasa berubah, mengalami dinamikanya sendiri, kebudayaan juga dapatdi umpamakan seperti organisme, ada masa kelahiran, perkembangan, menyusut, dan punah. Dapat juga kebudayaan itu setelah kelahirannya lalu berkembang terus hingga sekarang, tetapi suatu waktu nanti niscaya akan digantikan dengan bentuk-bentuk baru, suatu bentuk yang menyesuaikan keadaan zamannya.  Di wilayah Asia Tenggara daratan dan kepulauan dalam masa prasejarah pernah berkembang suatu kebudayaan yang didukung secara luas oleh penduduk yang mendiami kawasan tersebut hingga Madagaskar, dan kepulauan di Pasifik Selatan, para ahli menamakan kebudayan tersebut dengan Austronesia. Para ahli dewasa ini menyatakan bahwa migrasi orang-orang Austronesia kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 6000 SM hingga awal tarikh Masehi. Akibat mendapat desakan dari pergerakan bangsa-bangsa di Asia Tengah, orang-orang pengembang kebudayaan Austronesia bermigrasi dan akh...

Yehezkiel diajak ke pangkalan koloni Makhluk Langit, dari Khaldean ke Himalaya?

Gambar
Yehezkiel diajak ke pangkalan koloni Makhluk Langit, dari Khaldean ke Himalaya !?? Yehezkiel Melihat Wahana Antariksa  source  klik Mungkin kita dibuat berdecak kagum dan bahkan heran, mendapati adanya fakta-fakta menarik tentang kontak alien dengan manusia bumi, yang dapat kita temukan bahkan dalam tulisan-tulisan yang kita anggap suci (kitab suci keagamaan). Seperti yang saya posting kali ini, yaitu dalam Kisah Yehezkiel. Bagi kita yang memeluk agama Yahudi ataupun Kristiani, pastinya sudah tidak asing lagi bagi kita. Yehezkiel adalah seorang suci (diangkat dan diberi gelar sebagai seorang Nabi Israel), atau disebut utusan Tuhan, yang bertugas sebagai pembawa pesan illahi kepada umat manusia, terkhusus bagi umat Israel kala itu. Diperkirakan Yehezkiel pernah hidup pada 600 tahun sebelum masehi. Di zaman saat Yehezkiel bertugas, pada saat itu kerajaan Israel mengalami masa-masa yang sulit, yang mana Negara ini sedang dijajah oleh  Bangsa Babilonia, dan beb...

Ini Bukti Laksamana Cheng Ho Penemu Amerika, Bukan Columbus?

Gambar
Ini Bukti Laksamana Cheng Ho Penemu Amerika, Bukan Columbus? By  Elin Yunita Kristanti on  09 Okt 2013 at  00:45 WIB Share Comment (0) Ini yang tertulis dalam sejarah: pedagang asal Genoa, Italia, Christopher Columbus memimpin armada kapal menyeberangi Samudera Atlantik. Ia  tiba di 'dunia baru' pada tanggal 12 Oktober 1492.  'Dunia baru' itu yang kemudian disebut Benua Amerika. Meski hingga kematiannya, Columbus yakin benar, ia menemukan rute baru dan berhasil telah mendarat di Asia -- di tanah yang digambarkan Marco Polo.  Namun, sebuah salinan peta berusia 600 tahun yang ditemukan di sebuah toko buku loak mengancam status Columbus sebagai penemu Amerika.  Juga menjadi kunci untuk membuktikan bahwa orang dari Negeri China yang pertama menemukan benua itu. Dokumen tersebut konon berasal dari suatu ketika di Abad ke-18, yang merupakan salinan peta 1418 yang dibuat Laksamana Cheng Ho, yang men...