Desi Fitrie | Informasi-informasi Terupdate

Baca, Saksikan, Rasakan, Simpulkan...

Kamis, 23 Juni 2016

PKS Dinilai Sudah Mencitrakan Diri Sebagai Kerajaan

http://ift.tt/28PAw3q

[portalpiyungan.com] Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzammil Yusuf sebaiknya lebih banyak belajar soal demokrasi.

Hal itu dikatakan Pangi terkait pernyataan Muzammil yang menyebutkan bahwa tanpa Fahri Hamzah, PKS tetap solid.

"Jika mentalitas Muzammil Yusuf ini diterima maka masa depan politik, demokrasi kita suram. Sebagai pimpinan partai Islam, ini juga sebagai alarm sinyal peringatan dini dan juga pertanda buruk seolah Islam intoleran dengan perbedaan," kata Pangi di Jakarta, Kamis (23/06/2016).

"Muzammil harus lebih banyak belajar tentang Islam dan demokrasi, juga tentang Indonesia yang penuh dengan perbedaan. Setelah zaman reformasi kita lampaui maka pikiran lama seperti yang diungkap Almuzammil juga harus kita tinggalkan," sambungnya.

Pejabat negara dan pimpinan partai politik menganggap pemecatan sebagai sarana pendisiplinan bagi orang yang berbeda pendapat tidak benar adanya. (Baca: Pemecatan Fahri Hamzah Demi Tegakkan Kedisiplinan Partai)

Sebab pada dasarnya demokrasi dan Partai politik adalah tempat perbedaan itu dikelola dan dijaga.

Demokrasi berjuang untuk menaklukkan nilai-nilai lama yaitu feodalisme. Demokrasi muncul mengantikan nilai-nilai lama, seperti raja tidak pernah salah, kekuasaan atau kebenaran mutlak ada di tangan raja, raja tidak boleh diawasi atau di kontrol oleh publik.

"Kemudian digantikan dengan nilai-nilai baru yaitu demokrasi, raja boleh untuk diawasi, raja tidak selalu benar," kata dosen UIN Jakarta itu.

Republik--re artinya kembali, sementara publik artinya rakyat kembali mengontrol. Tentu untuk mengubah nilai-nilai lama-lama dan muncul nilai baru yang bertentangan dengan alamiah atau koadrat manusia tidak lah gampang. Karena tidak ada satu pun raja yang mau dikontrol dan kekuasaannya harus diamputasi.

"Kalau ada partai yang anti kritik dan tidak menerima perpedaan pendapat dan pikiran, maka kita kembali ke era kemunduran yakni zaman kegelapan. feodal, cepat atau lambat, pertanda lonceng kematian sebuah parpol," sebut dia.

Dengan pernyataan Muzammil itu, PKS sedang membuat cerita, ada dugaan pengurus baru di bawah komando presiden PKS, Muhammad Sohibul Iman sedang bersih-bersih ala partai dakwah PKS terhadap orang-orang lama (Anis Matta dkk) di internal PKS, pemecatan tanpa alasan, tidak sesuai dengan prinsip dakwah.

"Arus sejarah bangsa telah meninggalkan pikiran-piiran dan bahasa kekuasaan. Kita telah memasuki zaman baru yang merdeka dan memandang perbedaan sebagai khazanah dan kekayaan," kata Pangi.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf menegaskan  PKS lebih solid tanpa Fahri Hamzah. Merasa lebih baik dan lebih menyatu tanpa dia sekarang.

Sumber: Rimanews



Source http://ift.tt/28OvG3R

Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua.

Pages

Back To Top